Bab 14: Mengungkap Topeng Si Munafik
Keesokan paginya, begitu Tan Yao masuk kantor, ia langsung melihat rekan-rekannya berkelompok dalam bisik-bisik yang tak biasa. Ia pun menepuk bahu Zhang Kemei setelah masuk ruangannya. "Ada apa, ada kejadian besar di kantor?"
Zhang Kemei menggeleng dan menghela napas panjang. "Jangan ditanya. Pagi-pagi sekali, bagian SDM mengumumkan sebuah larangan baru."
"Larangan apa?" Tan Yao menyalakan komputernya, bersiap meninjau ulang rancangan baru yang dikerjakannya semalam.
"Mulai sekarang, kecuali klien atau mitra kerja, siapa pun yang tidak berkaitan dengan perusahaan dilarang masuk!" Mendengar itu, Tan Yao teringat kejadian semalam ketika Lu Xiangyuan melihat Jiang Yin datang menemuinya.
Jangan-jangan ini perintah dari Lu Xiangyuan?
Baru saja Tan Yao berpikir demikian, Zhang Kemei mendekat dan berbisik rendah, "Katanya, ini memang permintaan direktur utama."
Ternyata benar Lu Xiangyuan juga!
"Cuma gara-gara semalam dia nggak kebagian udang, segitunya amat pelit?" Tan Yao bergumam.
"Apa?" tanya Zhang Kemei.
"Nggak apa-apa. Siapkan dirimu, sepuluh menit lagi kita rapat membahas rancangan baru."
Zhang Kemei tidak menanggapi, malah melanjutkan omongannya, "Kamu belum tahu betapa larangan aneh ini bikin sedih anak-anak di kantor. Pasangan mereka sekarang nggak bisa mampir lagi, dan aku juga nggak bisa numpang makan enak lagi mulai sekarang..."
Ucapan Zhang Kemei terpotong oleh tatapan tajam Tan Yao yang membuatnya langsung diam. Ia mengacungkan tanda OK, lalu buru-buru kembali ke mejanya.
Sepuluh menit kemudian, rapat dimulai. Awalnya Tan Yao mengira hanya pertemuan internal, tapi ternyata Lu Xiangyuan juga datang. Baguslah, pikirnya, jadi ia tak perlu repot-repot melapor lagi nanti.
Rancangan baru yang diajukan Tan Yao tak hanya menyelesaikan masalah yang sebelumnya muncul, tapi juga secara cerdik memperkenalkan produk baru atas nama kompensasi untuk klien. Strategi satu langkah dua hasil ini membuat semua orang bertepuk tangan, bahkan Lu Xiangyuan, yang biasanya selalu saja mencari-cari kesalahan Tan Yao, kini tampak memandangnya dengan penuh apresiasi.
Nah, sekarang kamu tahu juga kan kemampuan kakakmu ini, Lu Xiangyuan!
Di akhir rapat, Tan Yao melemparkan tatapan penuh kemenangan ke arah Lu Xiangyuan. Kali ini, dia tak akan bisa lagi memecat teman-temannya begitu saja.
Memikirkan itu, Tan Yao merasa semua jerih payah dan pengorbanannya benar-benar terbayar.
"Yao Yao, kamu memang idolaku!" Begitu rapat selesai, Zhang Kemei langsung mengejar Tan Yao sampai ke kamar mandi.
"Tentu saja!" jawab Tan Yao tanpa ragu, membusungkan dadanya sebelum melangkah ke toilet. Namun, Zhang Kemei menariknya.
"Tunggu dulu," kata Zhang Kemei sambil menatap dada Tan Yao, "Yao Yao, kamu sadar nggak sih, akhir-akhir ini dadamu makin besar?"
Tan Yao melirik ke bawah. "Masa sih?"
"Serius!" Zhang Kemei mengangguk cepat. "Barusan waktu kamu jelasin rancangan baru, Direktur Lu juga melirik dadamu terus."
Mendengar itu, wajah Tan Yao seketika memanas. "Dasar! Pergi sana!"
Zhang Kemei tertawa, "Yao Yao, jangan nggak percaya, aku serius. Tatapan Direktur Lu pas lihat dadamu kayak orang yang udah pernah ngerasain aja, dia itu... ah—"
Ucapan selanjutnya terhenti karena mulut Zhang Kemei ditutup tangan Tan Yao.
Tan Yao melirik sekeliling, "Kalau kamu ngomong aneh-aneh lagi, kutarik mulutmu!"
Saat mereka berdua masih bercanda, tiba-tiba suara nyaring terdengar, "Tan Yao, ngapain kamu di sini?"
Tan Yao melirik sekilas pada Tan Huanyan yang berdandan seperti sosialita kelas atas. Dalam hati, ia mengeluh, Lu Xiangyuan benar-benar salah pilih orang, bagaimana bisa dia tertarik pada tipe Tan Huanyan seperti itu? Seandainya ia tahu seleranya serendah ini, Tan Yao pasti menyesal pernah meminta bantuannya untuk menjadi ayah dari anaknya.
Nak, nanti kalau sudah besar, jangan tiru selera ayahmu itu, harus seperti ibumu, ya!
Sementara Tan Yao diam-diam berdoa, Zhang Kemei menyenggolnya, "Yao Yao, itu siapa?"
Tan Yao mengulas senyum tipis, lalu menjawab santai, "Oh, itu, anak sah dari perebut suami orang, peragawati di dunia kepura-puraan, anggota sekte bunga putih, kalau dia goyangin pinggul, bumi bisa berputar tiga kali, Miss Yan."
"Pfft—"
Baru saja Tan Yao selesai bicara, dua suara tawa terdengar bersamaan. Yang satu dari Zhang Kemei, dan yang lain... ternyata dari Lu Xiangyuan!