Genetiknya begitu luar biasa, awalnya ia hanya ingin memanfaatkan pria itu untuk memiliki seorang anak yang bisa ia besarkan sendiri. Namun, tanpa disangka, pria itu ternyata bukan orang biasa... Maka ia pun berpura-pura lemah padahal licik, menyingkirkan saudari tiri bermuka dua, melawan ibu tiri yang penuh tipu muslihat, bersaing dengan selingkuhan, bahkan menundukkan wanita lain yang mendambakan pria itu, hingga akhirnya berhasil merebut hatinya. Saat ia mengira dirinya telah mencapai puncak kehidupan, nasib justru mempermainkannya. Ia terkejut menyadari, ternyata yang benar-benar berpura-pura lemah dan menyembunyikan kekuatan adalah pria itu, dan dirinya selama ini hanyalah bidak dalam permainan catur miliknya...
“Jangan pergi, jangan pergi…” Lelaki yang menindih tubuh Tan Yao itu terus menciumi dan membisikkan kata-kata penuh kerinduan, nadanya mengandung luka yang membuat hati Tan Yao remuk. Lelaki ini pasti punya masa lalu, dan itu pasti sebuah kisah cinta yang menyedihkan!
Tan Yao hanya bisa menghela napas dalam hati, sambil menepuk pelan punggung pria itu. “Aku tidak akan pergi, tenang saja, aku tidak akan pergi…”
Mungkin karena janjinya itu, gerakan lelaki itu menjadi semakin liar…
“Ah—”
Walaupun Tan Yao sudah mempelajari hal tentang pria dan wanita sebelum datang, rasa sakit itu tetap membuatnya sulit menahan, untunglah hanya sekejap saja. Malam itu pria itu memberinya pesta cinta yang tak terlupakan hingga akhirnya terlelap, sedangkan Tan Yao tak bisa tidur. Meski matanya berat, ia tetap harus memaksa tubuhnya yang terasa remuk untuk berdiri.
Ia tidak boleh membiarkan pria itu mengenalinya, ia mendekatinya hanya karena gen pria itu sangat bagus, dan ia hanya ingin meminjam benih darinya.
Tahun ini Tan Yao berusia dua puluh enam, pernah sekali jatuh cinta dan akhirnya ditinggalkan tanpa ampun. Ia tak lagi percaya pada cinta, apalagi pada pria. Namun ia membutuhkan seorang anak, pertama agar kelak ada yang mengurusnya, kedua agar bisa menghindari desakan ibunya untuk menikah.
Tan Yao mengenakan pakaiannya, lalu sebelum pergi, ia menatap pria itu sekali lagi. Bagaimanapun juga, ini ayah dari anaknya. Ia tak boleh dikenali, tapi ia harus mengingatnya.
Wajah ayah anaknya itu tampan, dengan fitur yang bisa dibilang seperti diukir