Bab 74: Kalian Beristirahatlah dengan Baik
Semakin lama Xiyan membaca, semakin ia merasa ngeri.
"2 November, hujan. Sepertinya, yang ditakutkan akhirnya datang juga. Mereka datang untuk membunuhku! Tapi ini tidak seharusnya terjadi! Aku adalah pencipta mereka! Mereka tidak boleh membunuhku, tidak boleh..."
Tulisan itu terputus di sana, coretan pena berubah menjadi sebuah goresan panjang seolah-olah sesuatu telah terjadi pada si penulis.
Xiao Chen melihat kedua orang itu telah selesai membaca buku harian, lalu mengambil buku itu dan berkata kepada mereka, "Aku juga salah satu penyintas yang datang ke sini sebelumnya. Semua rekanku dibunuh oleh Xu Yu ini, aku hanya bisa bertahan hidup karena terus bersembunyi ke mana-mana. Kumohon, bawalah aku pergi dari sini!"
Xiao Chen berusaha menggenggam lengan Xiyan, tetapi Qingyan yang berada di samping langsung menepis tangannya.
Namun, begitu tangan Qingyan menyentuh tangan Xiao Chen, ia tercengang, menatap Xiao Chen dengan heran dan penuh kebingungan, karena tangan Xiao Chen sangat dingin.
Karena gelapnya malam, Xiyan tidak memperhatikan ekspresi Qingyan.
Xiyan menatap Xiao Chen dan bertanya, "Maksudmu, Xu Yu ini sudah bukan manusia lagi dan selama ini membunuh para penyintas?"
Xiao Chen mengangguk dengan sangat kuat, menunjukkan ekspresi ketakutan pada wajahnya, lalu melanjutkan, "Aku ingin pergi dari sini, tapi aku tidak tahu bagaimana caranya. Kumohon, bawalah aku pergi."
Xiyan pun tidak tahu harus berbuat apa, akhirnya ia menoleh pada Qingyan, dan mendapati wajah Qingyan tampak aneh.
"Qingyan?" Xiyan memanggilnya dengan hati-hati. Saat itu Qingyan seperti kehilangan jiwanya, pikirannya melayang jauh.
"Ah?... Aku..." Qingyan memang tampak linglung, matanya melirik ke arah Xiao Chen, lalu tanpa ragu menarik Xiyan ke samping dan berbisik, "Tangan perempuan itu sangat dingin... tidak seperti tangan orang hidup..."
Perkataan Qingyan membuat Xiyan kembali mengernyitkan dahi. Ia pun sekilas menoleh ke arah Xiao Chen.
Xiao Chen terlihat tak ada yang aneh, kecuali suhu tubuhnya.
Xiao Chen melihat kedua orang itu berbisik-bisik di kejauhan, lalu ia mendekat dan bertanya, "Kalian tidak mau membawaku pergi?"
"Tanganmu... kenapa sedingin itu?" tanya Qingyan.
Xiao Chen mengedipkan mata, menjawab dengan pasrah, "Karena dingin, coba saja sentuh tanganmu sendiri, bukankah juga dingin?"
Qingyan secara refleks menyentuh tangannya sendiri, memang dingin, tapi tetap saja terasa ada sesuatu yang aneh. Tangannya memang dingin, tetapi tangan Xiao Chen terasa berbeda.
Ada yang aneh dengan Xiao Chen, dan mungkin itu hanya firasat seorang perempuan.
Xiyan tahu hasilnya saat melihat ekspresi Qingyan yang terkejut. Ia tahu betul tangan Qingyan juga dingin, karena Qingyan terus menggenggam tangannya.
"Aku sudah bilang, aku masih hidup. Suasana di sini memang aneh, aku ketakutan, dan malam hari memang dingin, jadi wajar kalau tanganku dingin. Kalian tak perlu khawatir," jelas Xiao Chen lagi.
"Kau tahu cara keluar dari sini?" Xiyan memutuskan tak lagi mempermasalahkan dinginnya tangan, karena tidak akan mendapat jawaban.
Qingyan juga tidak bicara lagi, ia hanya terus memegang erat pakaian Xiyan, tidak mau melepaskannya. Xiyan melangkah selangkah, ia pun ikut melangkah.
"Aku tidak tahu, tapi kudengar dari anggota timku sebelumnya, di taman hiburan ini pasti ada cara untuk keluar. Mari kita cari bersama," jawab Xiao Chen.
Xiyan mengangguk. Saat ini mereka tak punya pilihan lain, entah Xiao Chen itu manusia atau bukan, selama mereka tetap waspada, itu sudah cukup.
Lalu Xiyan berkata pada Qingyan, "Qingyan, kita cari cara keluar dari sini dulu, soal lainnya nanti saja."
Qingyan menurut dan mengangguk pelan.
Xiyan membawa Qingyan berkeliling taman hiburan mencari petunjuk untuk keluar. Karena khawatir pada Xiao Chen, mereka menjaga jarak yang aman.
Xiao Chen rupanya juga tahu apa yang mereka khawatirkan, sehingga ia pun dengan sadar menjaga jarak itu.
Mereka masih bisa saling melihat, tapi jika ingin menyerang lebih dulu, itu hampir mustahil.
...
Xiyan dan Qingyan berjalan tak lama di taman hiburan, lalu kembali ke area komidi putar. Kali ini, Xiyan menemukan lagi satu baris tulisan di kuda kayu yang lain.
"Tidak benar! Jangan keluar dari sini! Jangan keluar!"
Tulisan itu tetap miring-miring, tapi maksudnya jangan keluar? Apa artinya? Xiyan jatuh dalam kebingungan dan keraguan.
Saat ia hendak mencari tulisan yang pertama kali ia lihat, ia tak juga menemukannya.
Komidi putar itu tidak beroperasi, dan seluruh wahana di taman hiburan juga tidak berjalan.
Secara logika, tulisan itu seharusnya tidak hilang. Apakah ada yang menghapusnya? Tidak mungkin, karena tidak ada orang lain di sini.
Xiao Chen? Rasanya juga tidak mungkin. Lalu kenapa...?
Xiyan benar-benar bingung, pertama ia mengalami fenomena aneh, lalu bertemu Xiao Chen yang misterius dan memberitahunya bahwa Xu Yu sudah mati, kemudian melihat petunjuk aneh di sini.
"Xiyan! Xiyan!"
Qingyan tiba-tiba panik menarik lengan Xiyan, membuat Xiyan tersadar kembali. Ia mengikuti arah pandang Qingyan dan melihat seseorang.
Xu Yu sedang berjalan mendekati mereka, masih membawa lentera yang sama.
Xiyan dapat merasakan dengan jelas tangan Qingyan yang menggenggamnya gemetar hebat.
Xu Yu sudah berdiri di depan mereka. Xiyan tidak berniat pergi, sejak melihat Xu Yu ia sudah memutuskan untuk menunggu.
Xu Yu menatap Xiyan dan Qingyan dengan aneh, lalu berkata, "Kalian berdua belum selesai berkeliling? Sudah tengah malam begini."
Penampilan Xu Yu sama sekali tidak tampak aneh. Xiyan ingin mencari Xiao Chen, tapi begitu menoleh, Xiao Chen sudah menghilang.
Melihat Xiyan menoleh ke sana kemari, Xu Yu bertanya heran, "Ada apa? Kau mencari seseorang?"
Xiyan tersenyum canggung, menjawab, "Tidak, hanya saja taman hiburanmu ini luas sekali, jadi kami malah tersesat."
"Itu wajar, karena gelap, dan tata letak taman hiburan ini memang seperti labirin. Sudahlah, jangan cari-cari lagi, kembalilah untuk istirahat. Kalau mau berkeliling, besok aku akan ajak kalian berdua jalan-jalan," ujar Xu Yu dengan ramah.
Xiyan ingat ketika tadi melihat Xu Yu, wajahnya tanpa ekspresi, sekarang kembali seperti Xu Yu yang ia lihat di senja tadi.
Sebenarnya, ada apa di tempat ini?
"Kami..." Qingyan menarik lengan Xiyan, tidak ingin Xiyan kembali, tapi Xiyan hanya menepuk tangan Qingyan menenangkan, lalu berkata pada Xu Yu, "Baiklah, kami akan kembali, tapi aku lupa jalannya, bisakah kau tunjukkan?"
Xu Yu mengangguk, lalu membawa mereka kembali ke tempat tinggal. Di perjalanan, ia pun berpesan, "Kalian, ini demi kebaikan kalian juga. Saranku, jangan keluar malam-malam. Di sini, memang ada sesuatu yang tidak beres. Aku tak bisa bicara banyak. Kalian istirahat saja, ya."