Bab 79: "Wanita Bermulut Robek"
"Xiyan? Ada apa denganmu?"
Qingyan berdiri di ambang pintu melihat Xiyan yang tak juga bergerak, sehingga ia mulai khawatir.
Mendengar suara Qingyan, Xiyan menoleh dan berkata, "Qingyan, ini Xu Yu..."
Xu Yu?!
Qingyan terkejut. Di dalam ruangan itu penuh dengan mayat, bagaimana mungkin ada Xu Yu?
"Kau jangan masuk. Pastikan kau jaga pintunya baik-baik."
Ucapan Xiyan membuat langkah Qingyan, yang hendak melangkah ke dalam, terhenti di udara dan akhirnya ditarik kembali.
"Apa yang kau pikirkan? Kau kira aku begitu khawatir padamu sampai mau masuk ke sana? Jangan mimpi!" ujar Qingyan dengan nada angkuh.
Namun, Xiyan kini benar-benar tidak berminat menanggapi Qingyan. Pikirannya sepenuhnya tertuju pada sosok "Xu Yu" di hadapannya.
Xu Yu ini benar-benar mirip dengan orang yang pernah mereka temui, namun tampak lebih dewasa.
Xu Yu yang ini berambut panjang, dan ada sesuatu yang terasa aneh pada dirinya. Ia tidak mengenakan pakaian, tetapi rambut panjangnya menutupi seluruh bagian tubuh yang seharusnya tersembunyi.
Meski wajah Xu Yu tampak segar dan kemerahan, matanya tertutup rapat, seperti sedang tertidur lelap, seolah-olah dalam sekejap ia bisa membuka mata kapan saja.
Namun Xiyan yakin, Xu Yu yang satu ini adalah mayat. Ia tidak punya alasan jelas, hanya saja intuisi kuat yang ia rasakan.
"Jika yang ini adalah Xu Yu, lalu siapa yang di luar? Atau, kalau yang di luar Xu Yu, lalu yang ini siapa?" Xiyan tenggelam dalam pikirannya.
Saat itulah Xiyan teringat pada foto dan isi diari itu. Xu Yu adalah kakak dari Xu Jing, ditambah bagian foto yang hilang, orang di hadapannya ini seharusnya Xu Jing!
Tapi rasanya tetap ada yang tidak pas. Apakah ini benar Xu Jing? Ada sesuatu yang terasa janggal...
Pikiran Xiyan berputar cepat, lalu tiba-tiba Xu Yu datang.
"Bukankah aku sudah bilang, kalian tidak boleh membuka kamar paling dalam?"
Kini fajar telah menyingsing. Xu Yu masih memegang lentera itu, wajahnya sedingin es, tanpa ekspresi sedikit pun.
Begitu mendengar suara Xu Yu, Xiyan segera keluar dari kamar. Xu Yu tak pernah bisa masuk ke sini, ia hanya berdiri di ujung koridor, jadi Xiyan tidak khawatir Xu Yu akan tiba-tiba menyerang.
"Mengapa tidak boleh? Karena di dalam sini adalah laboratorium rahasiamu?" Xiyan tersenyum menatap Xu Yu.
Xu Yu mendengar ucapan Xiyan tanpa ekspresi, mengulang perkataannya seperti mesin.
"Bukankah aku sudah bilang, kalian tidak boleh membuka kamar paling dalam?"
"Jangan ulangi kata-katamu! Jawab pertanyaanku, apa kau takut? Karena aku menemukan kunci untuk keluar dari sini?"
Tatapan Xu Yu tiba-tiba berubah menakutkan. Ia menatap Xiyan dengan garang dan berkata, "Siapa pun yang membuka kamar itu, akan mati! Bersiaplah menjadi tumbal!"
Xu Yu melempar lentera itu, lalu perlahan melangkah ke arah Xiyan dan Qingyan.
Kening Qingyan berkerut. Ia segera memanggil Xiao Jin, bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.
Xiyan terkejut melihat Xu Yu bisa masuk ke dalam. Setahunya, Xu Yu selama ini hanya mengantarkan mereka hingga pintu saja, tak pernah mau masuk meski dibujuk...
Tidak, tunggu! Xu Yu pernah masuk, waktu pertama kali membawa mereka melihat-lihat rumah ini. Saat itu Xu Yu memang masuk ke koridor, tapi tidak sampai ke dalam kamar.
"Qingyan! Masuk ke kamar!" Xiyan mendorong pintu terdekat, menarik Qingyan masuk bersamanya.
Qingyan belum sempat memahami apa yang terjadi, sudah tertarik masuk oleh Xiyan. Sementara Xiao Jin masih berdiri di luar, tampak kebingungan dengan tindakan Xiyan.
...
Pintu tidak ditutup. Xiyan berdiri di depan Qingyan, menatap Xu Yu yang kini berada di ambang pintu. Ekspresi Xu Yu sejak tadi tidak berubah, namun tiba-tiba kini ia tersenyum lebar—senyuman yang sangat lebar hingga hampir mencapai telinga, mirip wanita bermulut robek.
"Kalian kira aku tak bisa masuk?"
"Kukuruyuk..."
Tiba-tiba terdengar suara ayam berkokok dari luar. Mendengar itu, hati Xiyan langsung diliputi firasat buruk.
Begitu suara ayam itu terdengar, Xu Yu di hadapan mereka pun berubah. Rambutnya semakin panjang, raut wajahnya menjadi lebih muda, tubuhnya pun tampak mengecil.
"Aku bisa masuk, lho~"
Sambil berkata demikian, Xu Yu berjalan mendekati mereka. Qingyan ketakutan, menggenggam lengan Xiyan erat-erat, "Xiyan... apa yang harus kita lakukan... lawan saja?"
"Kurasa... kita tak akan menang, tapi kau boleh coba..." Xiyan sendiri tidak yakin.
Entah kenapa, Xu Yu di hadapannya ini terasa begitu menakutkan. Xiyan merasa Qingyan tak akan sanggup mengalahkannya.
Mendengar itu, Qingyan segera memerintahkan Xiao Jin menyerang Xu Yu.
Namun sebelum tinju Xiao Jin sampai ke Xu Yu, ia sudah ditendang jatuh, lalu diinjak oleh Xu Yu di lantai tanpa mampu melawan sedikit pun.
Melihat itu, Qingyan bergumam tak percaya, "Bagaimana mungkin... baik kecepatan maupun kekuatan, Xiao Jin seharusnya tak kalah..."
Xiyan sangat setuju. Ia sendiri pernah dikejar-kejar Xiao Jin, tahu betul kekuatan dan kecepatannya sangat hebat. Kalaupun kalah dari Xu Yu, seharusnya mereka seimbang, bukan sampai benar-benar tak berdaya.
Xu Yu menginjak Xiao Jin, lalu menatap mereka dan berkata perlahan, "Sudah kubilang, jangan buka pintu itu. Karena kalian tak mau dengar, maka matilah di sini jadi tumbalku!"
"Qingyan! Lari!"
Xiyan segera mengaktifkan "Selamat Tinggal, Teman" dan "Ahli Mesin Boneka". Dengan kemampuan kedua kartu itu, Xiyan membawa Qingyan kabur dari kamar.
Dari sudut pandang Xu Yu, ia hanya melihat Xiyan dan Qingyan tiba-tiba menghilang begitu saja...
Namun seluruh taman hiburan ini dikuasai Xu Yu. Ia bisa dengan mudah menemukan di mana Xiyan dan Qingyan bersembunyi.
"Selamat Tinggal, Teman" memang tidak memiliki batasan penggunaan atau tingkat keausan, tapi ada waktu jeda! Xiyan baru menyadarinya setelah beberapa kali mencoba.
Tak ada keterangan soal ini di deskripsi kartu, baru kali ini muncul setelah Xiyan membukanya.
"Selamat Tinggal, Teman:
Fungsi: Menyembunyikan diri dan satu rekan, maksimal dua orang (mengabaikan kartu pengintai apa pun)
Waktu jeda: 24 jam (sedang jeda...)
Durasi: 3 menit
Tingkat: S
Jumlah penggunaan: permanen (tanpa keausan)"
Sambil melarikan diri, Xiyan menggerutu dalam hati tentang kemampuannya. Tak mungkin kartu ini menjebaknya, jadi pasti ini karena kemampuannya sendiri!
Sifat "nyaris" miliknya menyembunyikan beberapa penjelasan di kartu, seperti durasi dan waktu jeda ini, baru kali ini muncul. Dulu, ia memang hanya menggunakannya dalam keadaan genting, jadi tidak begitu memperhatikan ada perubahan pada kartu. Tapi sekarang ia yakin, sebelumnya dua keterangan ini tak ada!
"Lari saja, lari! Hahaha!"
Mendengar suara Xu Yu yang begitu besar, Xiyan jadi penasaran, bagaimana mungkin mulut selebar itu masih bisa bicara?
...
Xu Yu terus mengejar mereka berdua dari belakang. Jika saja Qingyan tidak menyuruh Xiao Jin membawa mereka lari, pasti sekarang mereka sudah tertangkap.
Namun demikian, kecepatan Xiao Jin masih kurang. Xu Yu semakin mendekat, detik-detik sebelum mereka tertangkap...