Bab 138 Kembali Menaiki Roller Coaster
Hal ini mengingatkannya pada mereka yang memperjualbelikan kunci jawaban ujian di masyarakat tempatnya berasal dulu.
Xi Yan dan Qing Yan berjalan tanpa tujuan di dalam ruang simulasi ini. Tempat itu terlihat seperti taman hiburan yang sangat biasa, lengkap dengan banyak pemain lain di dalamnya. Meskipun mereka tidak tampak seperti manusia sungguhan, setidaknya mereka tidak terlihat berbahaya.
Terkait aturan untuk "menjadi peringkat pertama di taman hiburan ini", sebenarnya seperti apa kriteria untuk menjadi yang pertama?
Keduanya tiba di lapangan terbuka paling luas di taman hiburan tersebut dan menemukan sebuah papan sistem berukuran raksasa. Tanpa kabel maupun aliran listrik, hanya ada sebuah kristal kecil di atas tanah yang memproyeksikan layar besar berwarna biru muda, tampak sangat canggih.
Xi Yan tiba-tiba merasa tertarik pada kristal kecil itu, lalu menoleh dan bertanya pada Qing Yan, "Apa ini?"
"Kristal proyeksi," jawab Qing Yan.
Kristal proyeksi? Tampaknya itu sejenis proyektor, pikirnya, cukup mengesankan.
Xi Yan mengalihkan pandangannya dari kristal di tanah ke layar proyeksi. Layar itu menampilkan daftar peringkat. Saat melihat daftar tersebut, Xi Yan seketika memahami aturannya. Peringkat terpampang di sana, yang berarti hanya peringkat pertama yang bisa pergi dari tempat ini.
Ia juga menyadari sebuah tulisan di bagian paling bawah peringkat:
"Peringkat ini diperbarui setiap satu bulan sekali."
Satu bulan?! Itu terlalu lama!
Hati Xi Yan terasa sesak. Bahkan jika hari ini dia berhasil menjadi peringkat pertama, dia harus mempertahankan posisinya selama 29 hari ke depan. Jika dia tidak bisa meraih peringkat pertama, dia khawatir apakah dia akan berhasil di 29 hari berikutnya. Aturan ini sungguh menyiksa.
"Apa yang akan kau lakukan?" Qing Yan juga melihat aturan di bawah peringkat itu dan memahami misi dari sistem tersebut.
"Mari kita cari tahu dulu bagaimana cara menjadi peringkat pertama. Aku merasa tidak tenang dengan pria itu," jawab Xi Yan.
Qing Yan mengangguk setuju.
Keduanya tiba di area kayak. Wahana ini terlihat paling aman; hanya perlu duduk di atas kayak dan mengapung perlahan di air. Arusnya tidak deras, dan tidak terlihat ada potensi bahaya. Namun, entah mengapa, hanya sedikit pemain yang memainkan wahana ini.
Di depan wahana kayak, terdapat sebuah papan kayu yang bertuliskan:
"Kayak: Bertahan di atas air selama 30 menit akan mendapatkan 100 poin, tanpa batas maksimal."
Deskripsinya sangat jelas dan lugas. Saat melihat perolehan poin tersebut, Xi Yan langsung mengerti syarat untuk menjadi peringkat pertama di taman hiburan ini: memainkan wahana yang tersedia dan mengumpulkan poin terbanyak. Namun, jika kayak ini tidak berbahaya dan bisa menghasilkan 100 poin hanya dengan berdiam diri selama setengah jam, mengapa pemainnya begitu sedikit?
Karena penasaran, Xi Yan pergi ke area wahana *roller coaster* yang paling dekat. *Roller coaster* ini berbeda dengan yang ia temui saat pertama kali tiba di Tempat Bertahan Hidup Kedelapan. *Roller coaster* ini tampak normal, sangat biasa, dan tidak terlihat ada keanehan. Begitu pula di depannya, terdapat papan kayu:
"Roller Coaster: Berhasil menyelesaikan satu putaran akan mendapatkan 10.000 poin."
Setelah membaca keterangan di papan tersebut, Xi Yan langsung mengerti mengapa wahana kayak sepi peminat. Antara 100 poin dan 10.000 poin, tentu siapa pun akan membuat pilihan yang jauh lebih menjanjikan.
"Menurutmu, mengapa perbedaan poinnya begitu besar?" Xi Yan menyangga dagunya dengan tangan, bertanya pada Qing Yan.
"Sangat mudah untuk mengetahui alasannya. Coba saja setiap wahana yang ada, maka kau akan tahu," jawab Qing Yan.
Xi Yan tersenyum pasrah.
Tiba-tiba, seseorang menepuk bahu Xi Yan. Ia berbalik dengan kaget karena tidak menyadari ada seseorang yang mendekat. Sosok itu tidak tampak seperti manusia, melainkan lebih mirip boneka. Pria itu mengenakan pakaian hitam dengan tatapan mata yang kosong.
Pria itu berbicara dengan nada monoton seperti robot, "Kalian telah memasuki area permainan. Harap ambil nomor antrean dan ikuti permainan sesuai urutan."
Setelah berkata demikian, boneka itu pergi. Sebelum pergi, ia menyodorkan dua nomor antrean ke tangan Xi Yan. Xi Yan ingin menolak, tetapi ia tidak sempat bereaksi.
Sambil menatap nomor di tangan, ia melihat ke bawah kakinya. Di belakang mereka ada garis putih yang sangat tipis, hampir tidak terlihat jika tidak diperhatikan dengan saksama. Ternyata ada garis pembatas di sini. Ucapan boneka tadi mengenai "area permainan" pastilah merujuk pada garis yang baru saja mereka lewati.
Tampaknya wahana di ruang simulasi ini memang memaksa pemainnya untuk ikut serta.
"Sepertinya kita tidak punya pilihan selain mencoba wahana ini," ujar Xi Yan dengan senyum getir.
Qing Yan hanya mengangkat bahu, karena baginya ruang simulasi ini tidak terlalu sulit. Bahkan jika memang sulit, dia masih bisa pergi dengan cara yang dilakukan pria tadi.
Xi Yan memberikan salah satu nomor antrean kepada Qing Yan. Nomornya adalah 250, sementara Qing Yan 251. Melihat angka di nomor antreannya, Xi Yan merasa boneka tadi sengaja memberinya nomor itu untuk mengejeknya.
"Pemain nomor 250 harap masuk ke area."
"Pemain nomor 250 harap masuk ke area."
Suara sistem menggema di area *roller coaster*. Wajah Xi Yan seketika berubah masam saat mendengarnya. Meskipun ia tidak tahu apakah angka ini memiliki arti khusus di Tempat Bertahan Hidup, namun di masyarakat yang tertib tempatnya dulu tinggal, angka ini memiliki konotasi sebagai ejekan.
Dengan wajah kelam, Xi Yan terpaksa melangkah maju. Mereka menaiki tangga setinggi dua hingga tiga meter untuk mencapai peron *roller coaster*.
Di samping *roller coaster*, ada sosok seperti boneka yang menyambut mereka, memberikan instruksi dengan mekanis, lalu memasangkan sabuk pengaman. Seluruh sistem keamanan tampak sangat aman dan normal, sampai mereka duduk di atas kursi *roller coaster*, barulah Xi Yan menyadari mengapa wahana ini bernilai 10.000 poin.
Saat *roller coaster* mulai bergerak, Xi Yan menggenggam erat tuas di sampingnya. Karena alat pengaman tersebut adalah penyangga yang ditarik dari atas kepala ke arah dada, Xi Yan mencengkeram penyangga itu sebagai pegangan. Sebelum wahana dimulai, ia sangat yakin alat pengaman itu telah terpasang dengan benar.
Namun, begitu *roller coaster* bergerak, ia menyadari penyangga yang melintasi kepalanya itu melonggar!
*Roller coaster* perlahan melewati lintasan yang menukik ke bawah. Karena pengaruh gravitasi, tubuh Xi Yan terdorong ke bawah, dan alat pengaman yang seharusnya melindunginya kini telah benar-benar terlepas. Situasi yang sama juga dialami oleh Qing Yan.