Bab 110: Apakah Jiang Fei Benar-benar Menyebalkan?
Udara sejuk dari dalam toko menyapa, membuat orang-orang yang berkerumun di depan secara tidak sadar melangkah maju, ingin menikmati embusan AC.
Detik berikutnya, Zhou Wanqing menutup pintu dan menjelaskan dengan lembut, "Toko Swalayan Ping'an menyalakan AC sepanjang hari dengan suhu yang dijaga sekitar dua puluh lima derajat Celsius. Mustahil barang dagangan kami mengalami kerusakan akibat suhu panas."
"Lagi pula, kornet daging itu dikemas secara kedap udara. Belatung tidak bisa hidup di lingkungan tanpa oksigen."
"Bahkan jika kau mengklaim kalengnya bocor dan tidak tersegel dengan baik sehingga makanan itu membusuk, toko ini selalu melakukan upaya pembasmian hama. Tidak ada lalat atau serangga yang bisa bertelur di sini, lalu dari mana datangnya belatung itu? Muncul begitu saja dari udara kosong? Atau kau yang melahirkannya?"
Sanggahan Zhou Wanqing membuat wanita itu terdiam seribu bahasa.
Semua orang pernah mengunjungi Toko Swalayan Ping'an dan tahu bahwa toko itu selalu menyalakan AC serta menerapkan langkah-langkah pencegahan hama yang sangat baik. Mendengar analisis Zhou Wanqing, tatapan orang-orang terhadap wanita itu kini dipenuhi kecurigaan.
Jiang Zhengkang berkata dengan nada tegas, "Berdasarkan peraturan pusat keamanan, pelaku provokasi dan perusuh akan dibawa oleh tim patroli untuk menerima pembinaan, atau ditahan minimal selama satu minggu."
"Jika kau sengaja mencemarkan nama baik pedagang, itu termasuk kasus serius dan kau harus dikurung di sel gelap. Sebaiknya kau jelaskan apa sebenarnya yang terjadi dengan kaleng itu."
Bocah lelaki itu menimpali, "Paman Jiang, ayo kita cari tim patroli saja!"
Wanita itu panik. Dalam keputusasaan, ia keceplosan, "Jangan! Pemilik Swalayan Shunli yang memberiku sekantong tepung! Dia menyuruhku mencari masalah dengan Jiang Fei!"
Yao Jin berteriak panik, "Kau memfitnah! Aku sama sekali tidak mengenalmu!"
"Aku bicara jujur! Tepungnya masih ada di rumahku! Sedikit pun belum kusentuh! Tolong, jangan bawa aku ke tim patroli! Aku akan segera mengambilnya dan mengembalikannya kepada Yao Jin sekarang juga!"
Wanita itu berlari pergi dengan tergesa-gesa, meninggalkan Yao Jin sendirian untuk menanggung cemoohan orang-orang.
"Pantas saja bisnismu tidak laku, hatimu ternyata busuk sekali! Aku tidak akan pernah berbelanja di Swalayan Shunli lagi! Menjijikkan!"
"Shunli tidak sepopuler Ping'an, jadi kau menggunakan cara licik untuk menjebak mereka. Di mana harga dirimu?"
"Berbisnis tidak becus, menjadi manusia pun tidak pantas."
Tidak tahan dipermalukan di depan umum, Yao Jin menutupi wajahnya dengan payung karena malu dan lari kembali ke Shunli.
Setelah mendapatkan bukti saksi, Su Liuyuan hendak memanggil tim patroli untuk membereskan Yao Jin, namun dicegah oleh Jiang Fei.
"Nanti aku sendiri yang akan membereskannya."
Sekalian memeras sedikit emas!
Jiang Fei menoleh ke arah Jiang Zhengkang dan yang lainnya, "Masuk ke toko, kita bicara di dalam."
Ketiganya dengan patuh mengikuti Jiang Fei masuk ke Toko Swalayan Ping'an.
"Kalian bisa mulai bekerja di sini. Persediaan kebutuhan pokok akan diberikan setiap setengah bulan sekali, termasuk makanan dan peralatan hidup. Makan siang ditanggung, tapi pagi dan malam tidak."
Harus diakui, ketiganya menangani masalah tadi dengan cukup baik. Biarkan mereka bekerja dulu, jika tidak cocok, nanti bisa diganti.
"Tapi aku tidak mempekerjakan anak di bawah umur di sini."
Hati bocah lelaki itu mencelos. Ia dengan cemas mencengkeram ujung baju Jiang Zhengkang.
Jiang Zhengkang sempat ragu, namun akhirnya ia tidak membela bocah itu, melainkan berkata, "Tidak apa-apa, Paman akan bekerja mencari kebutuhan untuk menghidupimu."
Sebagai penyintas biasa tanpa kemampuan khusus, setelah masuk ke pusat keamanan, ia ditempatkan di barak umum dan bertemu dengan Xiao Shi. Anak itu masih kecil, orang tuanya hilang, namun penurut dan pengertian. Jiang Zhengkang sesekali membagi separuh makanannya untuk anak itu.
Tak disangka, saat suhu mulai naik, Jiang Zhengkang tidak bisa beradaptasi dengan perubahan cuaca dan jatuh sakit karena demam. Xiao Shi-lah yang nekat mencuri obat penurun panas, menyuapinya, dan merawatnya tanpa tidur. Sejak saat itu, ia mengangkat Xiao Shi sebagai anak angkat dan memberinya marga yang sama.
Jiang Xiaoshi tidak ingin menjadi beban bagi Jiang Zhengkang. Ia memberanikan diri berkata, "Kakak, hubungan kerja adalah aku memberikan tenaga kerja kepadamu, dan kau memberikan imbalan yang sesuai kepadaku."
"Aku tidak butuh imbalan berupa barang kebutuhan apa pun."
"Jika Kakak merasa kasihan dan memberiku makan setiap hari, lalu aku tetap tinggal untuk membalas budimu, itu tidak dihitung sebagai hubungan kerja."
Jiang Fei tertegun.
Su Liuyuan pun melongo, "Otak bocah kecil ini cepat sekali berputar."
"Aku hanya ingin bertahan hidup." Mata Jiang Xiaoshi berkilat, menunjukkan keinginan kuat untuk hidup.
"Aku tidak akan menyusahkan toko. Kakak punya hak untuk mengusirku kapan saja."
Sejujurnya, Jiang Fei telah melihat terlalu banyak orang seperti ini di kehidupan sebelumnya. Tidak ada yang ingin mati. Menunjukkan tekad saja tidak menjamin seseorang mendapatkan kesempatan untuk bertahan hidup. Namun, bocah ini cerdas, tangkas, dan pikirannya fleksibel, sangat cocok untuk pekerjaan promosi dan penjualan.
Dia merekrut orang, pertama untuk membantu Su Liuyuan, kedua demi mendapatkan lebih banyak emas.
"Kau punya kemampuan bicara yang bagus."
Artinya, dia menerima bocah itu.
Wajah Jiang Xiaoshi seketika berseri-seri, "Terima kasih, Kakak! Aku pasti akan membalas budimu dengan segenap hati!"
Su Liuyuan tidak bisa menahan diri untuk berdecak, "Lihat betapa hati-hatinya dia. Di toko ini hanya ada kita berlima, tapi dia masih takut salah bicara."
"Mulai sekarang, belajarlah dariku."
Tidak bicara soal kerja keras, tapi langsung bicara soal balas budi. Otak seperti ini, jika tidak dipakai berbisnis, sungguh sia-sia!
"Baik, Kakak tampan!"
"Mulutnya manis sekali. Ayo, Kakak antar kau ke kamar mandi untuk mencuci wajah kotor itu."
Setelah menyerahkan urusan pembagian tugas kepada Su Liuyuan, Jiang Fei mengambil sebungkus kuaci dari rak dan pergi menuju Swalayan Shunli di jalan samping.
Setelah disterilkan oleh pusat keamanan, Shunli kini sudah mengisi ulang stok dan mulai beroperasi kembali. Yao Jin tidak tahu bersembunyi di mana. Tanpa pelanggan, Niu Er dan Han Yang dkk. hanya bermalas-malasan di dalam toko.
Jiang Fei masuk ke toko, duduk di kursi dekat pintu sambil mengunyah kuaci, dan mengamati sekeliling. Luas Shunli dua kali lipat dari Ping'an, bahkan ada lantai dua, namun tidak dibuka untuk umum. AC di lantai satu sepertinya baru dipasang, namun tercium bau apek. Barang-barang di rak tampak kusut dan berantakan. Jenis barangnya tidak selengkap miliknya, tapi menang di kuantitas yang banyak dan harga murah, apa pun barang rongsokan bisa ditukar. Di lantai tergeletak sekantong tepung, sepertinya itu yang dikembalikan oleh wanita tadi.
Melihat keanehan di rak barang, Jiang Fei merasa jumlah emas yang akan didapatkannya bertambah lagi.
Karena tidak paham dengan tujuan Jiang Fei, Niu Er buru-buru naik ke atas untuk mencari Yao Jin. Sementara Han Yang bertanya dengan canggung, "Itu... apa yang ingin kau beli?"
"Krak-krak—"
"Toko kami baru saja menambah banyak barang. Perlu aku bantu jelaskan?"
Apa pun yang dikatakan Han Yang, Jiang Fei tidak merespons, ia tetap fokus mengunyah kuaci. Hingga akhirnya Yao Jin turun dengan wajah muram, "Untuk apa kau datang ke tokoku?!"
"Kau ingin aku memanggil tim patroli, atau kita selesaikan secara kekeluargaan?"
Nyali Yao Jin seketika menciut setengahnya. Ternyata si miskin ini datang untuk menagih utang! Ia lebih memilih mengeluarkan uang untuk menyelesaikan masalah daripada dibawa oleh tim patroli. Jika ayahnya tahu, dia bisa dikuliti hidup-hidup.
"Selesaikan secara kekeluargaan!"
Jiang Fei berpura-pura menghitung, "Biaya ganti rugi mental, biaya pencemaran nama baik, biaya subsidi suhu panas, 100 kilogram emas, tidak berlebihan, kan?"
Yao Jin membelalakkan mata, "Kenapa kau tidak merampok saja?!"
"Paling banyak 40 kilogram emas! Kalau tidak, bawa saja aku pergi!"
100 kilogram, ayahnya bisa membunuhnya, lebih baik dikuliti saja!
"Baik, segera kirim ke tokoku."
"Niu Er, ambilkan batang emasnya!" perintah Yao Jin dengan enggan.
Ada beberapa batang emas di lantai atas. Setelah Niu Er membawanya turun, ia pergi lagi dengan mobil ke rumah untuk mengambil sisanya. Total ada 8 koper kecil, dan bersama Han Yang, mereka mengantarkannya ke Toko Swalayan Ping'an.
"Emas sudah kuberikan, enyahlah dari tokoku!"
Jiang Fei berdiri, namun ia justru berjalan menuju rak barang, sambil menunjuk ia berkata, "Roti ini berjamur."
"Kemasan biskuit ini rusak, isinya sudah membusuk."
"Ada residu racun semut di rak."
"Bakpao ini sudah berbulu."
"Aku punya alasan kuat mencurigaimu meracuni warga. Sekarang aku memberitahumu untuk menutup toko guna perbaikan, dan ikut aku untuk dimintai keterangan."
Yao Jin mencibir, "Kau ini siapa?! Apa hakmu memerintahku!"
Tiba-tiba, sebuah kartu identitas terpampang di depan mata Yao Jin.
[Tim Penyelamat, Jiang Fei]
Di kartu itu terdapat foto Jiang Fei beserta stempel resmi.
Jiang Fei berkata dengan serius, "Tim penyelamat punya hak untuk mengelola pasar."
Yao Jin tercengang. Si miskin ini ternyata anggota tim penyelamat?!!! Kenapa tidak bilang dari tadi! Kalau tahu, dia tidak akan mencari gara-gara!
Penyesalan sudah terlambat. Melihat Jiang Fei mengeluarkan alat komunikasi untuk menghubungi seseorang, Yao Jin buru-buru berkata, "Aku tambah 20 kilogram emas lagi! Biarkan aku lolos!"
"Menyogok tim penyelamat, hukuman ditambah satu tingkat."
"Si miskin, jangan keterlaluan kau!"
"Menghina tim penyelamat, hukuman ditambah satu tingkat lagi."
Yao Jin hampir mati menahan amarah karena Jiang Fei. Bagaimana bisa ada orang semenyebalkan ini?!!!
"Aku akan segera ke sana untuk menanganinya."
Mendengar suara yang familiar dari alat komunikasi, Yao Jin mengernyit, mencoba mengingat di mana dia pernah mendengarnya.
Jiang Fei menjelaskan dengan ramah, "Lu Yu dari tim patroli."
Yao Jin, "..."
Oh, dia benar-benar sudah tamat.
Lu Yu kebetulan berada di dekat sana dan segera membawa anggota timnya ke lokasi. Barang dagangan di Swalayan Shunli memang bermasalah. Lu Yu langsung membawa Yao Jin yang sudah putus asa itu pergi. Anggota tim lainnya menyegel toko tersebut.
Mendapatkan 40 kilogram emas dan berhasil memberi pelajaran pada Yao Jin, Jiang Fei merasa sangat puas. Sebelum pergi, ia diam-diam mengeluarkan sebotol minuman elektrolit dari toko, memberikannya kepada Lu Yu, dan berbisik, "Mulai besok, ingatlah untuk mengambilnya di Ping'an setiap hari."
Cuaca panas, rekan-rekannya bekerja di lapangan, jangan sampai terkena sengatan panas.
Ujung mata Lu Yu melengkung, ia mengangguk pelan.
Jiang Fei kembali ke Toko Swalayan Ping'an, namun ia tertegun begitu membuka pintu.
Siapa orang ini???