Bab Dua Puluh Enam: Berangkat
Su Shijie ingin mendengarkan pembicaraan diam-diam, namun jelas sekali Su Ren menggunakan metode penyaringan seperti saat berbicara dengannya, sehingga tak ada satu suara pun yang terdengar.
Namun, keesokan paginya, ekspresi Su Ren yang menyeringai membuat Su Shijie lega. Sepertinya memang tak ada masalah besar.
“Tidak apa-apa, kakak keduamu sudah dewasa, mulai kepikiran soal perempuan.”
“Oh~”
Mendengar bisikan ayahnya, Su Shijie pun ikut-ikutan tersenyum nakal. Kakak keduanya yang selama ini dingin ternyata mulai memikirkan perempuan, membayangkan saja sudah cukup menggelikan.
Tapi ternyata kakak kedua tetaplah manusia biasa. Perempuan di dunia nyata itu, apa asyiknya? Sedikit-sedikit marah, selalu menuntut ini-itu, benar-benar ribet. Istri-istri di dalam gamenya jauh lebih menyenangkan.
Hari kedelapan tanpa bermain game, hanya bisa mengenang~
Hanya bisa mengenang...
Setelah mengalami begitu banyak hal dalam waktu singkat, Su Shijie tetap pada pendiriannya. Biarlah, semua itu jadi kenangan indah saja.
Hari ini, kakak perempuan dan kakak kedua bergantian mengantar, sepanjang jalan mereka mengobrol tentang berbagai pengalaman selama migrasi rusa roh hingga akhirnya tiba di suaka dengan lancar.
Walau baru sehari berlalu, suaka hari ini terasa jauh lebih ramai dari kemarin. Dengan semakin dekatnya kedatangan rusa, akan makin banyak orang berdatangan.
Harus diakui, P-314 benar-benar berada di lokasi yang sangat strategis.
Sekalipun tak ada pajak maupun biaya masuk, hanya dari transaksi jual-beli dan penjualan kebutuhan sehari-hari saja sudah membawa keuntungan besar.
Karena masalah jaringan, ujian tak bisa dilaksanakan. Seperti kemarin, Su Shijie langsung membolos, bahkan tak masuk kelas sama sekali.
Akibatnya, Anna yang akhirnya berhasil mendapat ramuan peningkatan tingkat kebangkitan, kini sudah menjadi salah satu dari kaum kebangkitan, masuk kelas tapi tak ada orang yang bisa dipameri. Amarahnya hampir meledak...
...
“Wah, banyak barang bagus juga.”
Pasar hari ini jauh lebih ramai dibanding kemarin. Beberapa karavan dagang sudah tiba. Selain membawa barang-barang dari kota, mereka juga membeli bahan-bahan di tempat.
Hasil buruan rusa roh bisa langsung dijual pada mereka, lalu mereka mengangkutnya ke kota untuk dijual dengan selisih harga.
Berbagai jenis ramuan standar seperti penawar luka, penahan darah, dan pemulih stamina tersedia di sini, walaupun harganya sedikit lebih mahal dari di kota.
Yang paling banyak dan paling murah adalah kombinasi adrenalin, cairan nutrisi, serta penahan darah.
Ramuan pemulih luka yang berkualitas tinggi biasanya dibuat menggunakan daya roh dan butuh proses manual, sedangkan kombinasi murah ini sepenuhnya hasil produksi mekanis.
Namun, pada saat genting, efeknya tetap cukup baik dan harga sangat terjangkau, seratus poin kredit per botol, bahkan orang biasa pun mampu membeli satu sebagai antisipasi.
Lagian, yang datang khusus untuk berburu biasanya bukan orang-orang kuat, maka barang murah dengan nilai guna tinggi justru lebih diminati.
Su Shijie juga melirik satu set pakaian tempur tingkat lanjut yang lebih cocok untuknya.
Namun, rencananya dua hari lagi ia akan pergi ke kota, jadi ia menahan diri untuk memilih yang lebih tepat nanti.
Pilihan lebih banyak dan harga lebih murah, pastinya bisa menemukan yang paling sesuai.
Selain itu, Su Shijie juga membeli satu kacamata pelindung angin dan tiga kamera portabel. Walaupun kamera ini tidak punya fitur anti-interferensi atau kemampuan penyamaran, jaraknya hanya satu kilometer dalam lingkungan energi roh.
Tapi Su Shijie bisa mengendalikan semuanya dengan telekinesis, sehingga pengawasan area jadi lebih mudah, dan ia bisa menghitung koordinat target secara akurat.
Lagipula, bakatnya memang di bidang komputasi, dan seiring peningkatan tingkat evolusinya, kapasitas hitungnya pun terus berkembang, sehingga ia mampu melakukan banyak hal sekaligus.
Kacamata ini bahkan bisa menampilkan gambar secara langsung, awalnya memang disediakan pedagang supaya mudah memantau kawanan rusa dan jebakan.
“Harga enam ratus poin kredit tidak terlalu mahal, tapi nanti aku tetap harus cari yang lebih baik—yang punya fitur anti-interferensi dan penyamaran kuat, kalau bisa sekalian drone portabel. Nanti di kota lihat-lihat barangnya.”
Setelah sedikit mengatur kacamata dan kamera, Su Shijie memasukkannya ke kantong pakaian tempurnya. Ini hanya alat sementara, beli yang murah dulu untuk latihan dan penyesuaian, nanti pasti diganti juga.
“Mas Su, ke sini.”
Saat Su Shijie baru saja menyimpan kamera dan sambil makan larva goreng sembari berjalan-jalan, suara yang familiar terdengar di telinganya.
Saat menoleh, ia cukup terkejut melihat Xu Hao dan Xu Tian, ayah-anak yang kemarin ia temui. Di samping mereka ada beberapa laki-laki berbaju kulit, masing-masing membawa satu busur panah raksasa.
“Tak kusangka kalian sudah tiba. Kalian berangkat malam-malam, ya?” tanya Su Shijie dengan heran.
Jangan pikir dia dan Su Ren semalam bisa berburu dengan santai di luar suaka, itu pun karena mereka tak pernah pergi terlalu jauh. Jarak dari Suaka P-320 ke sini puluhan kilometer, malam hari sekalipun bagi kaum kebangkitan tetap punya risiko.
“Tidak, kami sudah pulang sejak sore kemarin untuk bersiap. Pagi-pagi sekali baru berangkat,” jawab Xu Hao sambil memamerkan giginya yang putih.
“Bagus, malah lebih baik begitu.”
Dengan senang hati, Su Shijie langsung menerima enam busur ‘Bintang X-6’ yang mereka bawa. Ditambah miliknya sendiri, jumlahnya jadi tujuh.
Meskipun rangka busur terbuat dari paduan logam ringan, itu sudah batas maksimal yang bisa ia kendalikan. Bahkan, agar lebih efektif, sebaiknya dikontrol enam saja, satu jadi cadangan.
Kalau masih ingin menyisakan kapasitas untuk senapan, jumlahnya harus dikurangi lagi.
Tapi, karena penggunaan dalam pertempuran pasti akan ada kerusakan, jadi membawa tujuh sekaligus bukan masalah.
Lagi pula, semalam ia sudah membongkar busur Bintang sampai larut malam, sudah sangat paham struktur dan cara merakitnya, sehingga membawa tujuh busur sekaligus pun tidak masalah selama memakai ransel lapangan yang tepat.
Anak panahnya bisa diikat dan digantung di bagian belakang pakaian tempur.
Nanti kalau sudah sampai di kota, ia bisa memilih pakaian tempur dengan slot tambahan lebih banyak, jadi lebih praktis lagi.
Bagaimanapun, ransel tidak mungkin hanya untuk membawa perlengkapan tempur, harus ada ruang untuk perlengkapan darurat juga.
Sebenarnya, di era ini memang ada perlengkapan ruang simpan seperti dalam legenda. Su Shijie bahkan sempat mencari informasinya lewat jaringan kelas tambahan.
Jenis pertama adalah ransel berbahan khusus dengan teknologi kompresi ruang, yang intinya memperbesar kapasitas penyimpanan, tapi tetap ada batasan berat dan volume.
Jenis kedua, teknologinya benar-benar misterius, tidak harus berbentuk ‘tas’, bisa berupa aksesori, cincin, dan sebagainya. Walaupun tetap ada batasan berat, tapi tidak memberikan umpan balik berat pada penggunanya.
Namun, bahkan jenis pertama saja sudah sangat langka, apalagi jenis kedua, mungkin hanya Federasi Bumi yang memilikinya, benar-benar barang pusaka negara.
Bukan sesuatu yang bisa ia pikirkan untuk saat ini.
“Mas, mantap sekali!”
Melihat Su Shijie memeriksa dan langsung membayar tanpa menawar, Xu Hao pun tersenyum lebar, begitu juga para pemburu lain.
Mereka khawatir semakin banyak orang datang, harga malah ditekan.
“Sebenarnya, kalau Mas nanti ke kota, sebaiknya beli juga anak panah khusus. Dulu kami paling sering pakai anak panah khusus, jadi pemakaiannya lebih maksimal.”
Anak panah yang dibawa bersama busur kali ini sebagian besar memang masih baru, hampir belum pernah dipakai. Tapi ada dua anak panah khusus.
Satu adalah panah dengan kemampuan menembus lapis baja, ujungnya terbuat dari paduan logam berenergi roh. Dari bekas goresan pada batangnya, terlihat panah ini sudah sering digunakan.
Paduan logam berenergi roh ini prinsip kerjanya mirip dengan baterai fusi sederhana pada zirah mekanik milik Sergei. Biasanya hanya logam biasa, tapi setelah diisi energi roh, sifat mikronya berubah dan memiliki keunggulan luar biasa dalam waktu tertentu.
Pedang besar milik Su Ren juga terbuat dari paduan logam berenergi roh, merupakan perlengkapan termahal yang dimilikinya.
Satu lagi adalah panah sebaran yang masih baru, begitu ditembakkan langsung melepaskan beberapa anak panah kecil untuk memperluas area serangan.
Dengan kekuatan X-6, panah jenis ini jelas paling berguna untuk Su Shijie saat ini. Hanya saja karena konstruksinya khusus, panah ini tidak bisa dipakai ulang.
“Anak panah khusus juga perlu izin pembelian. Aku sudah kumpulkan cukup banyak, akan kukirimkan beberapa untukmu.”
Sambil berbicara, Xu Hao mengangkat terminal pribadinya untuk terhubung dengan Su Shijie.
Tentu saja Su Shijie tidak menolak.
“Terima kasih, Paman Xu.”
“Aduh, aku yang harus berterima kasih. Izin beli anak panah khusus X-6 itu juga tak banyak gunanya bagiku.”
“Suaka 320 memang gudangnya para pemburu, ya.”
Menerima lima puluh izin pembelian anak panah khusus dari Xu Hao, Su Shijie pun memuji. Izin semacam ini biasanya didapat setelah berhasil memburu binatang roh langka dan menjualnya ke kota. Walau izin pembelian busur dan panah relatif mudah didapat dan transaksinya bebas, tetap saja, memberi langsung sebanyak itu menunjukkan betapa banyak hasil buruan mereka.
Karena hari ini urusan jual-beli sudah selesai, dan urusan kakak kedua juga tak ada masalah, Su Shijie pun memutuskan untuk langsung berangkat bersama ayah hari ini.
Kalau perjalanan lancar, sebelum kawanan rusa tiba, mereka masih bisa kembali dan memanen hasil satu kali lagi...