Bab 45: Ceroboh
Suasana di rumah jarang sekali begitu rukun dan damai. Bahkan saat duduk bersama pun, tidak ada ketegangan atau permusuhan yang tercipta.
Zhong Xuhui sangat menyukai kehangatan suasana rumah ini. Meskipun ia penasaran dengan apa yang sebenarnya telah terjadi, ia tidak ingin sembarangan bertanya.
Ia takut jika pertanyaannya itu justru akan merusak ilusi kedamaian ini secara langsung.
Zhong Xuhui memilih untuk menahan diri untuk sementara waktu. Ia mungkin akan menunggu hingga suasana lebih sepi untuk bertanya kepada Zhong Ningyu secara pribadi.
Berkat kepulangan Zhong Xuhui, kediaman Keluarga Zhong menjadi terasa begitu semarak untuk beberapa saat.
Saat jamuan makan malam tiba, seluruh anggota keluarga berkumpul dalam suasana yang rukun. Di tengah-tengah acara, Tuan Zhong memang sempat berubah ekspresi saat melihat Zhong Ningyue, namun beliau tidak berbuat keterlaluan dengan mengabaikannya.
Keadaan ini jauh lebih baik dibandingkan saat waktu makan malam di masa lalu.
Zhong Ningyu sempat bertanya kepada Zhong Xuhui apakah ada hal menarik yang terjadi di akademi. Begitu mendengar cerita lucu dari Zhong Xuhui, mereka semua ikut tersenyum.
Zhong Ningyue tidak bersuara. Ia memandang Zhong Xuhui dengan seksama untuk waktu yang lama.
Sudah lama sekali ia tidak bertemu dengan pemuda itu. Dalam ingatannya, sosok Zhong Xuhui telah menjadi agak kabur.
Namun, setelah melihatnya hari ini, ia menyadari bahwa di lubuk hatinya yang paling dalam, ia masih mengingat dengan jelas rupa Zhong Xuhui. Begitu melihatnya langsung, semua kenangan yang tadinya samar-samar itu seketika kembali terukir jelas di benaknya.
Zhong Xuhui melihat Zhong Ningyue terus berdiam diri, lalu ia berkata, "Kakak Yue, bagaimana hubunganmu dengan Chu Yi? Jika dia terus bersikap seperti dulu kepadamu, beritahu aku, aku akan memberinya pelajaran."
Tujuan awal Zhong Xuhui berbicara adalah agar Zhong Ningyue turut bersuara, sekaligus ingin mengetahui apakah ada perubahan dalam hubungan antara wanita itu dan Wang Chuyi.
Meskipun ia tidak memiliki interaksi yang akrab dengan Wang Chuyi, namun sebagai adik laki-laki Zhong Ningyue, jika ia sendiri tidak membantu membela kakaknya di hadapan Wang Chuyi, bagaimana jadinya jika kelak Zhong Ningyue benar-benar menikah dan ditindas orang lain karena mengira keluarga asal wanita itu tidak memiliki pendukung?
Akan tetapi, begitu ucapan Zhong Xuhui selesai dilontarkan, seisi meja makan langsung jatuh dalam keheningan total.
Zhong Xuhui merasa sedikit bingung. Ia merasa tidak mengatakan sesuatu yang salah, mengapa suasananya mendadak berubah drastis?
Mungkinkah pernikahan antara Kakak Yue dan Wang Chuyi telah batal?
Namun, jika pertunangan itu benar-benar batal, Kakak Yu seharusnya memberitahukannya di dalam surat yang dikirimkan kepadanya.
Surat-surat yang diterimanya akhir-akhir ini sama sekali tidak menyinggung masalah tersebut. Mungkin ia terlalu banyak berpikir.
Zhong Xuhui menatap orang-orang di meja makan dengan pandangan penuh rasa ingin tahu.
"Apa ada yang salah dengan ucapanku tadi?"
Wajah Tuan Zhong dan Nyonya Bai sama-sama menegang, lalu mereka menghindari tatapan Zhong Xuhui.
Anak ini, mengapa baru saja pulang sudah membahas masalah seperti ini.
Hanya Zhong Ningyue dan Zhong Ningyu yang tetap memasang raut wajah tenang sambil melanjutkan santapan mereka, tidak terburu-buru, dan sama sekali tidak memperlihatkan perubahan emosi.
Zhong Ningyu memberikan isyarat dengan matanya agar Zhong Ningyue yang berbicara. Kata-kata tadi ditujukan oleh Geer kepada wanita itu, dan jika masalah ini diucapkan langsung olehnya, mengingat karakter Zhong Xuhui, pemuda itu pasti akan sangat marah.
Zhong Ningyue mengangkat mangkuk kecilnya dan menyeruput sedikit sup.
Ia mendongak menatap Zhong Xuhui dan berkata, "Tidak ada apa-apa, hanya saja aku dan Zhong Ningyu telah bertukar pasangan pernikahan. Aku tidak menyukai Wang Chuyi, dan Du Junze lebih sesuai dengan kriterikupun, jadi kami langsung menukarnya begitu saja."
Zhong Ningyue sama sekali tidak menyebutkan bagaimana Zhong Ningyu sempat memohon-mohon hingga hampir mati demi memaksanya bertukar tunangan. Mereka semua kini berada di atas perahu yang sama, dan ia memang tidak menyukai Wang Chuyi. Hasil seperti ini sudah sangat memuaskannya.
Begitu mendengarnya, kening Zhong Xuhui langsung berkerut dalam. Ia berkata, "Kakak Yue, katakan padaku, apakah Ibu dan Kakak Yu yang memaksa Kakak untuk menukarnya?"
Begitu kata-kata itu terucap, ekspresi Nyonya Bai, Tuan Zhong, dan Zhong Ningyu langsung berubah drastis.
Menjadi sangat buruk.