Bab Sembilan Puluh Delapan: Hukuman
Kabar kehamilan Li Wenxiu meledak di keluarga Zhou bagaikan sebuah bom nuklir.
Malam itu, pernyataan Wang Lin sebelumnya di keluarga Zhou bahwa ia "tidak pernah menyentuh Li Wenxiu" diungkit kembali oleh Qian Yuying sebagai bahan sindiran, menghinakan Wang Lin hingga tidak ada nilainya sama sekali.
Zhou Zhou menjadi sasaran kritik, duduk di bangku kecil tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Zhou Jun dan Zhou Xia saling berpandangan dengan cemas. Tak seorang pun dari mereka menyangka Li Wenxiu benar-benar hamil. Bukankah itu berarti semua perkataan Wang Lin sebelumnya adalah kebohongan?
Qian Yuying berbicara dengan air liur yang berhamburan ke mana-mana, "Perut Li Wenxiu bahkan sudah kelihatan! Usianya pasti sudah tiga atau empat bulan! Apa artinya ini? Ini berarti tidak lama setelah Wang Lin dan Li Wenxiu menikah, mereka sudah tidur bersama!"
Zhou Hanmin mengerutkan kening dan berkata, "Hal seperti ini, apa perlunya dibahas lagi? Mereka adalah suami istri, hamil ya hamil saja, itu adalah hal yang wajar bagi manusia."
Qian Yuying mencibir, "Mungkin kamu sudah lupa? Bagaimana Wang Lin mengejar-ngejar Zhou Zhou kita sebelumnya? Bagaimana dia bersumpah dengan sungguh-sungguh bahwa dia tidak pernah menyentuh Li Wenxiu? Aku beritahu kalian, karakter orang ini bermasalah, mulai sekarang tidak ada yang boleh berurusan lagi dengar dia! Zhou Zhou, apa kamu dengar! Ucapan ini terutama ditujukan untukmu!"
Zhou Zhou meremas kesepuluh jarinya menjadi satu, menggigit bibirnya erat-erat hingga hampir berdarah, lalu tiba-tiba bangkit berdiri dan masuk ke kamarnya sendiri.
Zhou Hanmin berkata dengan suara berat, "Mulai sekarang di rumah ini, tidak seorang pun boleh menyebut dua kata 'Wang Lin'! Apakah kalian dengar?"
Qian Yuying membuka mulutnya, lalu terdiam.
Zhou Jun dan Zhou Xia saling memandang sejenak, kemudian mengangguk dalam diam.
Pintu kamar Zhou Zhou tiba-tiba terbuka lagi. Ia sudah berganti pakaian dan berlari keluar rumah tanpa menoleh ke belakang!
Qian Yuying berteriak, "Zhou Zhou, mau ke mana kamu?"
Ia bangkit hendak mengejar putrinya, namun ditahan oleh Zhou Hanmin, "Biarkan dia menenangkan diri! Sudah sebesar itu, tidak akan terjadi apa-apa!"
Zhou Zhou turun tangga bagaikan angin puyuh dan tiba di luar gedung bioskop. Tempat ini adalah titik awal kisah cinta antara dirinya dan Wang Lin.
Ia mengambil sebuah koin, memasukkannya ke dalam bilik telepon umum, dan memutar sebuah nomor. Begitu mendengar suara pihak di seberang, ia hanya mengucapkan satu kalimat, "Gedung bioskop, kalau kamu tidak datang, aku akan mati!"
Setelah menerima panggilan telepon itu, Wang Lin terkejut bukan main hingga seluruh tubuhnya merinding!
Li Wenxiu sedang memotong kain. Melihat Wang Lin melamun usai mengangkat telepon, ia bertanya, "Siapa itu?"
"Aku keluar sebentar." Wang Lin mematikan puntung rokok di tangannya tanpa menjelaskan urusan apa yang akan ia datangi, lalu mengganti sepatunya dengan sepatu kulit dan keluar.
Li Wenxiu menatap kosong ke arah pintu, merapatkan bibirnya, lalu kembali menundukkan kepala untuk menjahit pakaian.
Wang Lin turun ke bawah, mendorong sepedanya keluar, melaju beberapa langkah, lalu melompat ke atas sepeda dan dengan cepat mengayuhnya menuju pintu bioskop. Ia melihat sekeliling, tetapi tidak ada bayangan Zhou Zhou.
Tiba-tiba ia melihat sebuah sosok yang memanjang karena bayangan lampu jalan di bawah pilar koridor paling kiri gedung bioskop, lalu ia berjalan ke sana.
Zhou Zhou sedang memakan sebatang es loli di mulutnya dan memegang sebatang es loli lainnya di tangan. Ia berdiri di bawah pilar koridor di depan pintu bioskop, menyandarkan punggungnya pada pilar tersebut, sambil menatap beberapa bintang kecil yang nakal di langit.
Wang Lin berjalan menghampirinya.
"Kukira kamu benar-benar tidak peduli lagi padaku!" kata Wang Lin sambil tersenyum, sebelah tangannya menopang pilar koridor sambil menatapnya. "Merindukanku, ya?"
Zhou Zhou mengupas bungkus es loli di tangannya dan menyodorkannya ke mulut Wang Lin. "Gigit di mulut! Jangan bergerak."
Wang Lin mengeluarkan suara "ah".
Zhou Zhou berkata, "Tidak dengar kata-kataku? Buka mulutmu, gigit es loli ini, jangan bergerak! Tidak boleh dimakan, hanya boleh dikulum!"
"Bukankah ini menyiksa orang namanya?" Begitu Wang Lin membuka mulutnya, Zhou Zhou langsung menyumpalkan es loli itu ke dalam mulutnya.
"Tidak boleh bergerak! Kalau bergerak, jangan harap bisa melihatku lagi!" kata Zhou Zhou dengan ekspresi serius.
Wang Lin benar-benar sangat patuh.