Bab Enam Puluh Delapan Sempurna
Sehelais napas panjang dihembuskan dari mulut Zheng Haotian. Seluruh konsentrasinya tadi tercurah pada pembangunan jembatan dan pergerakan pena spiritual, hingga detik ini, barulah ia benar-benar merasa rileks.
Dengan lembut ia meletakkan pena spiritual di atas meja, lalu Zheng Haotian memegang jimat yang dipenuhi dengan berbagai garis aneh tersebut. Ia merasakan dengan tenang fluktuasi kekuatan spiritual di atasnya, dan secercah kepuasan yang mendalam terpancar dari sepasang matanya.
Begitu Zheng Haotian mengangkat jimat tersebut, sebuah aura cahaya yang pekat langsung menerpa wajahnya. Bahkan tanpa mengerahkan kekuatan spiritual, ia sudah dapat merasakan kekuatan besar yang terkandung di dalamnya.
Kini, satu-satunya hal yang harus ia lakukan adalah menguji tingkat kualitas dari jimat tersebut.
Selain sebagian kecil jimat, sebagian besar jimat lainnya memiliki tingkatan mutu tersendiri.
Sepuluh tingkat, lima mutu; ini sudah menjadi pengetahuan umum yang biasa.
Jimat hanya dapat memulihkan Qi bela diri dari praktisi pemurni iblis tingkat pertama. Jimat kehidupan tingkat rendah dapat memulihkan tiga puluh persen, tingkat menengah memulihkan lima puluh persen, dan tingkat tinggi memulihkan tujuh puluh persen.
Jika sebuah jimat kehidupan mampu memulihkan sembilan puluh persen Qi bela diri dari praktisi pemurni iblis tingkat pertama, itu adalah jimat kehidupan tingkat prima yang sangat langka!
Adapun jimat kehidupan tingkat super yang mampu memulihkan seratus persen Qi bela diri secara penuh adalah barang yang sangat langka. Bahkan jika seorang guru batu giok jalur cahaya yang beberapa tingkat lebih tinggi mencoba memurnikan jimat kehidupan tingkat pertama, akan sangat sulit bagi mereka untuk menghasilkan harta dengan kualitas seperti itu.
Zheng Haotian beristirahat sejenak, menghimpun kekuatan spiritualnya, dan perlahan-lahan meresapkkannya ke dalam jimat kehidupan tersebut.
Ia melakukan pengujian sesuai dengan metode yang tercatat dalam kitab pusaka keluarganya.
Sesaat kemudian, matanya tiba-tiba terbuka lebar, mulutnya ternganga, alisnya sedikit mengernyit, dan ia bergumam pada dirinya sendiri, "Mungkinkah aku salah?"
Setelah ragu-ragu sejenak, ia kembali menggunakan kekuatan spiritualnya untuk menjelajahi bagian dalam jimat kehidupan itu sekali lagi.
Namun, sensasi kali ini ternyata masih persis sama, sama sekali tidak ada bedanya.
Di dalam jimat ini, kekuatan spiritual di dalamnya memberikan perasaan ajaib yang sempurna. Tampaknya tidak ada cacat sedikit pun pada jimat tersebut, dan setiap garis di dalamnya mengandung kekuatan spiritual cahaya yang paling padat. Seluruh jimat itu seolah-olah merupakan sebuah dunia makrokosmos yang sempurna.
Jika catatan dalam kitab pusaka keluarga tidak salah, maka jimat yang memberikan perasaan seperti ini kepada seorang penguasa spiritual seharusnya adalah jimat tingkat super yang legendaris.
Hanya saja...
Zheng Haotian menggaruk-garuk kepalanya. Meskipun ia cukup percaya diri, ia tidaklah cukup arogan untuk berpikir bahwa ia bisa menciptakan jimat kehidupan tingkat super pada percobaan pertamanya; sebuah pemikiran gila yang mustahil.
Ia terdiam sejenak, lalu dengan hati-hati menyimpan jimat kehidupan yang kualitasnya tidak dapat ia pastikan itu.
Bahkan jika benda ini bukan tingkat super, mutunya pasti tidak akan terlalu rendah.
Seringkali! Ia kemudian membentangkan selembar jimat kosong, melanjutkan pekerjaan sebelumnya, dan kembali menggambar selembar jimat kehidupan.
Begitu ia mulai menggambar jimat kehidupan, pusaran energi di lautan kesadarannya langsung mulai berputar dengan liar. Kecepatan ini sepuluh kali lipat lebih cepat daripada batas maksimal yang bisa ia capai sebelumnya.
Di dalam pusaran energi yang berputar tanpa henti itu, kekuatan cahaya dan kegelapan berpadu menjadi satu, seolah-olah dapat bertransformasi sesuka hati. Terlebih lagi, setelah keduanya berpadu, kekuatan itu justru mengalir tanpa henti, seolah-olah tidak ada lagi kekhawatiran tentang kehabisan tenaga di kemudian hari.
Tidak hanya itu, ia saat ini mempertahankan wujud Raja Beruang Mengamuk, kekuatan fisiknya luar biasa besar. Meskipun energi spiritual di dalam batu giok dan pena spiritual sangat kuat, kekuatan itu sama sekali tidak mampu menggetarkan pergelangan tangannya barang sedikit pun.
Dipandu oleh kekuatan spiritual, dicengkeram oleh cakar beruang, stabilitas dari kombinasi aneh ini ternyata jauh melampaui proses menggambar dalam wujud manusia.
Seluruh proses itu berjalan bagaikan sebuah mesin, tanpa cacat cela sedikit pun.
Saat Zheng Haotian kembali menghela napas panjang dan mengangkat pena spiritual dari jimat tersebut, seberkas cahaya kembali terpancar. Jimat ini pun berhasil diselesaikan dengan sempurna.
Mengerjap-ngerjapkan matanya dua kali, Zheng Haotian menemukan kenyataan tak terduga bahwa meskipun ia telah membuat dua jimat berturut-turut, ia tidak merasakan kelelahan apa pun. Baik pusaran energi di lautan kesadarannya maupun tubuh Raja Beruang Mengamuknya tampak berada dalam kondisi puncak.
Mengambil jimat yang baru saja digambar, Zheng Haotian mengujinya dengan menggunakan kekuatan spiritual. Hasilnya, alisnya justru semakin mengerut rapat.
Jimat ini ternyata memberikan perasaan yang persis sama dengan jimat sebelumnya; sama-sama sempurna tanpa cela, sama-sama berada dalam kesempurnaan paripurna.
Tanpa sadar, ia bahkan merasakan secercah vitalitas, seolah-olah jimat ini sendiri adalah sesuatu yang hidup, alih-alih benda mati.
Sambil menggelengkan kepala, Zheng Haotian menepis pikiran aneh tersebut.
Meskipun pengetahuannya tentang para guru batu giok tidak banyak, ia pernah mendengar bahwa bagi seorang guru batu giok, membuat jimat adalah urusan yang sangat menguras tenaga. Meskipun pihak yang menyediakan kekuatan spiritual untuk jimat itu sebenarnya adalah batu giok spiritual yang melayang di atas pena, membangun jembatan komunikasi antara batu giok dan pena spiritual tetaplah membutuhkan pengeluaran energi mental yang sangat besar.
Namun, setelah membuat jimat, ia justru merasakan sensasi ganjil di mana dirinya merasa semakin bersemangat.
Melihat tumpukan besar jimat kosong di atas meja, entah mengapa, gelombang keberanian melonjak di dadanya. Ia merasa geram, lalu dengan sangat tegas mulai membuat jimat demi jimat tanpa henti.
Pada beberapa jimat awal, kecepatannya tidak bisa dikatakan cepat. Namun, seiring bertambahnya jumlah jimat kehidupan yang berhasil ia buat, kecepatannya menjadi semakin cepat.
Dari yang awalnya membutuhkan waktu seperempat jam untuk satu jimat, lambat laun menjadi dua, lalu tiga, dan pada akhirnya mencapai tingkat yang mengerikan yaitu empat jimat dalam seperempat jam.
Meskipun pepatah mengatakan bahwa kelambanan akan hilang karena kebiasaan, dan kemahiran datang karena latihan.
Namun, kecepatan kemajuan yang semacam ini sungguh terlalu berlebihan.
Kendati demikian, Zheng Haotian tampaknya tidak menyadari hal ini sama sekali. Pasalnya, seluruh perhatiannya telah terpikat oleh perubahan ajaib yang terjadi di dalam lautan kesadarannya.
Di dalam pusaran energi di lautan kesadarannya, sebuah cetakan jimat kehidupan perlahan-lahan sedang terbentuk.
Cetakan ini tidak muncul begitu saja dari ketiadaan, melainkan lahir sedikit demi sedikit dari titik pertemuan antara cahaya dan kegelapan.
Kemunculannya pun tidak mengikuti urutan goresan kuas, melainkan berwujud dari ketiadaan menuju keadaaan nyata, dari yang terpencar menjadi menyatu, sedikit demi sedikit memadatkan kekuatan cahaya dari kehampaan.
Zheng Haotian "menyaksikan" proses ini dalam diam. Ia seolah-olah melihat proses penciptaan jimat tersebut, sekaligus membedah alasan mengapa jimat itu mampu mengeluarkan kemampuan yang begitu kuat.
Para guru batu giok pada umumnya, ketika mempelajari jimat spiritual, selalu mempelajari cara melukis jalurnya. Melalui ingatan dan percobaan yang tak terhitung jumlahnya, langkah-langkah tersebut tertanam di dalam tubuh mereka layaknya sebuah insting.
Dengan cara ini, tingkat keberhasilan mereka dalam membuat jimat tersebut dapat meningkat secara drastis, dan mereka juga memiliki harapan untuk memurnikan jimat dengan mutu yang lebih tinggi.
Namun, Zheng Haotian berbeda. Dirinya memang sedang membuat jimat, tetapi pusaran cahaya dan kegelapan di lautan kesadarannya justru secara otomatis mulai menganalisis kekuatan asal-muasal yang membentuk jimat tersebut.
Pusaran cahaya dan kegelapan itu bagaikan sosok mahatahu yang memilah jimat ini menjadi jutaan bagian, meneliti semuanya secara menyeluruh, dan akhirnya berhasil mengupas tuntas seluruh rahasia yang terkandung di dalam jimat tersebut.
Lambat laun, seiring dengan bertambahnya jumlah keberhasilan pembuatannya, cetakan tersebut menjadi semakin jelas terlihat. Terlebih lagi, ketika cetakan ini telah mencapai tingkat kejelasan tertentu, pemahaman Zheng Haotian tentang jimat kehidupan menjadi semakin tajam. Ia bahkan memiliki perasaan bahwa, andai kata ia tidak menggunakan pena spiritual dan jimat kosong, selama diberikan kekuatan spiritual yang cukup, ia tetap mampu mewujudkan kekuatan jimat ini dari udara kosong.
Tentu saja, ini sekadar perasaannya belaka. Mengenai apakah itu bisa berhasil dilakukan, hanya Tuhan yang tahu.
Mengulurkan tangan, Zheng Haotian kembali meraba ke arah tumpukan jimat kosong.
Namun, gerakannya tiba-tiba terhenti. Dengan ekspresi terkejut, ia mendongakkan kepalanya, dan barulah ia menyadari bahwa tanpa ia sadari, ia telah menghabiskan seluruh jimat kosong yang ada.
Di sisi lain meja, terbentang tumpukan jimat yang rapi. Tanpa diduga, ia telah membuat seratus jimat kehidupan dalam sekali duduk. Kecuali yang pertama gagal, sembilan puluh sembilan sisanya berhasil dibuat.
Ia mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali. Meskipun ia menyaksikannya dengan mata kepalanya sendiri, ia tetap meragukan apakah matanya telah salah melihat.
Gelombang kelelahan akhirnya mulai merambat keluar dari tubuhnya.
Ketika seseorang melakukan sesuatu dengan penuh konsentrasi, mereka sering kali tidak akan merasa lapar ataupun lelah.
Namun, begitu ia merasa rileks, rasa lelah yang luar biasa itu akan meledak bagaikan air bah, mampu menenggelamkan seseorang seutuhnya.
Zheng Haotian mengerutkan kening, kelopak matanya terkulai lemas, hampir ingin segera terpejam. Dan ia yakin betul, begitu ia menutup matanya, ia akan langsung jatuh tertidur pulas.
Dengan mengerahkan sisa-sisa tenaganya, telinga Zheng Haotian bergerak secara refleks, dan ia langsung mendengar suara napas kedua sahabatnya di luar pintu.
Hati Zheng Haotian terasa hangat. Ia tersenyum getir, tubuhnya bergetar tipis, dan seketika itu juga ia berubah kembali dari wujud Raja Beruang Mengamuk menjadi manusia.
Setelah itu, ia memasukkan seluruh barang ke dalam kantong spasialnya.
Sebelum memastikan mutu dari benda-benda ini, ia sama sekali tidak berniat membiarkan orang lain melihatnya. Terlebih lagi, di dalam lubuk hatinya masih tersimpan secercah kekhawatiran: apakah jimat kehidupan yang ia buat ini benar-benar berguna?
Mengenakan pakaiannya, ia berkata, "Weihua, Linting, masuklah."
You Weihua dan Lin Ting langsung mendorong pintu dan masuk ke dalam.
You Weihua berkata dengan nada tergesa-gesa, "Haotian, apa yang sedang kau lakukan? Apakah sangat menyenangkan berubah menjadi beruang di dalam kamar, sampai-sampai kau mengurung diri selama setengah hari penuh? Jika kau tidak kunjung keluar, kami berdua hampir tidak bisa menutupinya lagi."
Zheng Haotian terkejut dan berkata, "Aku sudah berada di sini selama setengah hari penuh?"
Lin Ting mengangguk berat, lalu berkata dengan sungguh-sungguh, "Apakah latihan kultivasimu mengalami gangguan?"
Zheng Haotian tersenyum pahit dan menjawab, "Tidak ada gangguan. Hehe, tenang saja, dalam beberapa hari ke depan aku akan membawa kabar baik untuk kalian." Zheng Haotian mengecap-ngecap bibirnya dan berkata, "Aku sangat lelah sekarang, aku mau tidur."
Usai berkata demikian, ia memejamkan kedua matanya, dan seluruh tubuhnya langsung jatuh telentang ke belakang.
You Weihua dan Lin Ting merasa sangat terkejut. Dengan panik mereka menopang tubuh Zheng Haotian, menyelamatkannya dari tragedi kepalanya membentur lantai.
Namun, begitu jatuh, Zheng Haotian langsung tertidur lelap. Suara mendengkur samar yang keluar dari lubang hidungnya menunjukkan betapa lelahnya dirinya saat ini.
You Weihua dan Lin Ting saling berpandangan dengan tatapan kosong, sama sekali tidak mampu memahami apa sebenarnya yang telah dilakukan oleh Zheng Haotian hingga ia bisa kelelahan separah ini di dalam kamarnya.